Kasus Perceraian Meningkat
DUMAI -- Kasus perceraian di Dumai beberapa tahun belakang ini cenderung meningkat dengan berbagai alasan, mulai dari perbedaan prinsip hingga adanya ikut campur orang ketiga di dalam bahtera rumah tangga.
Dan salah satunya karena dilatarbelakangi kurangnya jalinan komunikasi diantara dua pihak (Suami dan istri) dan tingginya tingkat kesibukan yang berbeda juga menjadi salah satu faktor pemicu perceraian.
'' Dari Januari hingga Februari ada 151 permohonan yang masuk, 73 di Januari dan 78 perkara pada Februari. Pada bulan Januari, untuk cerai gugat ada 45 permohonan dan cerai talak hanya 25 permohonan yang masuk,'' sebut Ketua Pengadilan Agama (PA) Dumai, H Endang Tamami, pada Dumai Pos, Senin (1/3), melalui Staf Panmud Hukum, Rifki Nofri R.
Bulan Februari, PA belum mengetahui berapa permohonan perceraian yang masuk. Namun, diperkirakan cerai gugat tetap teratas. Tingginya permintaan gugat cerai isteri terhadap suami tersebut, diduga karena kaum perempuan merasa mempunyai hak yang sama dengan lelaki dan akibat dari arus globalisasi sekarang ini.
'' Semakin tingginya angka perceraian di Dumai itu terjadi karena berbagai macam sebab. Salah satu penyebab perceraian itu terjadi, karena ketidakharmonisan rumah tangga yang diiukuti dengan faktor ekonomi, pihak ketiga, cemburu, dan krisis akhlak dan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),'' rinci Rifki. (dumaipos)
Bulan Februari, PA belum mengetahui berapa permohonan perceraian yang masuk. Namun, diperkirakan cerai gugat tetap teratas. Tingginya permintaan gugat cerai isteri terhadap suami tersebut, diduga karena kaum perempuan merasa mempunyai hak yang sama dengan lelaki dan akibat dari arus globalisasi sekarang ini.
'' Semakin tingginya angka perceraian di Dumai itu terjadi karena berbagai macam sebab. Salah satu penyebab perceraian itu terjadi, karena ketidakharmonisan rumah tangga yang diiukuti dengan faktor ekonomi, pihak ketiga, cemburu, dan krisis akhlak dan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),'' rinci Rifki. (dumaipos)
Posting Komentar