Badilag Gelar Diskusi Perdana Bahasa Arab
Dirjen Badilag Wahyu Widiana diapit dua lulusan Universitas Al-Azhar Mesir, Nasich Salam LC dan Abdul Halim LC, dalam Forum Diskusi Bahasa Arab
Jakarta l badilag.net
Setelah beberapa kali sukses menggelar English Meeting Club, Badilag menyelenggarakan kegiatan serupa dengan memakai Bahasa Arab. “Forum Diskusi Bahasa Arab”, demikian nama acara tersebut, digelar perdana pada Senin (26/4/2010), di lantai 3 Gedung Badilag.
Dipandu Nasich Salam, LC, diskusi berlangsung lancar. Sebanyak 23 peserta mengikuti acara ini. Sebagian besar peserta adalah hakim. Mereka berasal dari PA di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi. Ada juga peserta dari luar Jawa, tepatnya dari PA Lampung.
“Saya sangat mendukung acara ini. Ahlan wasahlan,” kata Dirjen Badilag, ketika memberi kata sambutan, juga dalam bahasa Arab.
Diskusi perdana ini mengambil tema “Urgensi Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kapasitas Hakim”. Nara sumbernya adalah Abdul Halim, lulusan Universitas Al-Azhar Mesir, dan kini menjadi calon hakim di PA Jakarta Utara.
Dalam paparannya, Abdul Halim mengatakan, bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting bagi umat Islam. Para hakim peradilan agama pun dituntut untuk menguasainya, karena sumber-sumber hukum Islam pada dasarnya adalah berbahasa Arab.
“Bukan hakim pengadilan agama kalau tidak memahami bahasa Arab,” kata calon hakim yang menempuh S-2 di sebuah Perguruan Tinggi di Malaysia ini.
Akan Digelar Rutin
Dirjen Badilag mengharapkan para peserta merumuskan rekomendasi untuk kelangsungan diskusi ini ke depan. “Saya tidak ingin ini diskusi pertama dan terakhir. Hendaknya dirumuskan topik dan narasumbernya untuk diskusi yang akan berlangsung,” ungkapnya.
Para peserta diskusi bahasa Arab berpose bersama usai acara
Mengenai usulan agar diskusi ini juga menghadirkan native speaker (penutur asli), Dirjen Badilag sangat menyetujuinya. Tidak hanya itu, Dirjen Badilag juga melempar gagasan agar para peserta diskusi dapat beraudiensi langsung dengan kedutaan besar negara-negara Arab di Jakarta, seperti Mesir dan Sudan.
Selaku Ketua Pelaksana, Nasich Salam menyambut baik apresiasi yang diberikan Dirjen Badilag. “Kami akan menindaklanjuti harapan Pak Dirjen. Tujuan kami adalah meningkatkan kemampuan berbahasa Arab sekaligus menjalin silaturrahmi, baik dengan sesama warga peradilan agama, maupun dengan pihak lain yang dapat memberikan kontribusi positif untuk peradilan agama,” ujar alumni Universitas Al-Azhar Mesir ini. (Badilag)
Posting Komentar